Friday, February 17, 2012

Puisi Salam Kemiskinan Buat Tuan Presiden


Salam Kemiskinan Buat Tuan Presiden
Tante Paku

Melihat geliat para pejabatmu ya tuan Presiden
terpanggilku tuk tuliskan puisi ini
betapa sikap mereka seperti dewa
yang berdiri di atas semboyan-semboyan yang tak bisa ditawar

Kan kusinggahi istanamu ya tuan Presiden
kan kubawakan sebakul buah dari desa
yang kupikul lewati trotoar tak ramah
dengan keringat yang siap diperas
sebab terik matahari begitu menyengat kotamu

Di tengah protes kaum terpelajar
gerombolan berseragam muncul dari pelataran istanamu
bak penyamun terlatih memperkosa diriku dengan rakusnya
sebakul buah ini tumpah ruah

Aku bukan demontrans yang memprotes kebijaksanaan
namun segerombolan srigala lapar menatapku curiga
“Di manakah keadilan?” tanyaku pada mereka

Aku tersungkur hilang arah
gelap baik buruk dosa
silih berganti mengisi samarku
yang kudengar hanya suara-suara penuh belatung

Tercampakku di tepi istanamu ya tuan Presiden
jiwa ini tersadar mencari pijakan
rohku mengembara mencari Tuhan

Pulang ke desa adalah pilihan
tuan Presiden aku sampaikan salam kemiskinan
akan kuajak kerabatku untuk berburu
mencari garudaku yang hilang
di manakah kau sembunyikan tuan Presiden?

10212

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Salam Kemiskinan Buat Tuan Presiden dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Salam Kemiskinan Buat Tuan Presiden ini dengan url http://www.karyapuisi.com/2012/02/puisi-salam-kemiskinan-buat-tuan.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Salam Kemiskinan Buat Tuan Presiden Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Salam Kemiskinan Buat Tuan Presiden salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading

Recent Posts

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 -1014 Karya Puisi |